Ananda #2
Kamu dan Pena
Hidupkanlah malammu dengan buku dan pena itu nak..
Lalu di sela-selanya , letakkan keningmu di atas sajadah indah yang akan menyambungkanmu pada yang memilikimu..
Kamu akan menjelajahi dunia, menengoknya melalui jendela-jendela yang kamu miliki..
Menembus pemikiran orang yang tertuang dalam tulisannya,
Merasakan ketulusan hati dari setiap apa yang tertuang pada aksaranya.
Tulisannya begitu cantik dan indah..
Orang-orang yang dekat dengan Allah ingin berbicara padamu melalui keindahan huruf yang terangkai menjadi kata..
Kemudian kata itu terangkai menjadi kalimat yang mampu kamu pahami artinya.
Bahkan, lampu di tepian jalan yang kamu lihat bisa kamu narasikan dengan kenanganmu bersama kawanmu saat melewatinya.
Nilai-nilai persahabatan, landasan keyakinan pada Rabbmu yang penuh kasih menjadikan hati kalian tertaut.
Buka lagi kertasmu walaupun telah usang kekuningan..
Kamu bisa menuliskan segala sesuatu,
Merekam setiap peristiwa yang penuh hikmah.
Untuk kemudian kamu buka kembali suatu saat nanti setelah kamu tumbuh dewasa atau bahkan menua.
Tulislah wasiat-wasiat kebaikan itu nak...
Setelah kamu menimbanya dari orang-orang yang berilmu, guru-gurumu, kakek-kakekmu,
Mereka yang telah banyak mengarungi pahit manisnya kehidupan..
Untuk kamu sampaikan surat penuh rasa asih itu pada penghuni bumi selanjutnya setelah kamu berangkat menemuiNya lebih dulu.
Rasa kasih sayang itu muncul,
Saat kamu pun ingin juga saudara-saudaramu bersama sama nanti berjumpa denganNya..
Berjumpa dengan pemilik hidup, berjumpa dengan Rasul mu yang sangat mencintaimu, berjumpa dengan para ambiya', alim ulama, para ghazi..
Dan orang-orang yang berbuat baik..
Wonoasri, 19/5/20

Komentar
Posting Komentar