/ Every Place /

 



Jam pasir, waktu terbang perlahan.

Perbedaan tata kota dan susunan material bangunan menjadi cerminan sejarah...

.

Mata ini tak bisa menembus sampai pada peradaban di sisi lain dunia..

Dingin musim salju,

Ataupun wangi bunga yang mekar di empat musim..

Aku hanya memikirkannya.

Setiap tempat yang menjadi lahan kita menanam.

.

Padahal dunia ini sangat singkat,

Dan memiliki batas waktu menunggu kehancurannya.

Tapi kita selalu berangan-angan panjang,

Dan berharap bila akan selalu bersama-sama.

Rahasia hidup yang tidak semua orang mengerti.

.

Melalui video-video aku menghayati bangunan-bangunan tua yang hingga kini masih kokoh berdiri.

Pada waktu masih anak-anak...

Aku ingin melihat pohon mapel di musim gugur yang berwarna merah,

Aku melihatnya di buku sains..

Dan aku ingin pergi ke Barat yang bersemu kekuningan...

Mereka dekat dengan cahaya matahari terbenam.

.

Aku menulisnya pada buku-buku dan hingga kini masih terekam.

Aku jatuh cinta pada benda-benda, atau lukisan tua yang bermakna dan memiliki cerita.

Dan aku penasaran apakah aristoteles itu benar-benar ada ?

Saat itu aku hanya melihat pahatan patungnya.

Dan berpikir semua ini hanyalah dongeng saja.

.

Namun sejarah yang nyata selalu...

Tak bisa hilang ditelan waktu yang berlalu.

Begitupun tentang Diin ini.

Dan keterhubungannya dengan manusia di penjuru bumi.

Bunga tulip Ottoman,

Wajah Al Fatih yang dilukis oleh Gentile Bellini...

Dan peperangan di masa lalu.

.

Rumah.

Seberapa banyak rindu untuk terhubung dengan wajah kota di seberang.

Tapi ada yang belum pernah terlihat oleh mata.

Rona-rona mereka yang menyimpan banyak cerita,

Akan membawa pada peta perjalanan pulang,

Sebagaimana pesan yang telah terpatri di diri terdalam..

Sebelum kita memandang pemandangan ini, hari ini.

.

.

Wonoasri, 7/5/20

Komentar

Postingan populer dari blog ini

draft

/ MEMIMPIN HATI /

Sebuah Pesan Cinta