Teruntukmu adik tersayang
Melihatmu yang bertransformasi membuatku sudah sangat bahagia.
Kini tulang belulangku kian merapuh,
Namun cita cita tetaplah sama.
Dunia ini sangatlah cepat berganti.
Waktu. Detik demi detiknya.
Nak.
Lihatlah wajahku yang sudah tak muda lagi.
Kamu adikku yang tumbuh begitu cepat.
Tahu-tahu remaja , dan segera membuka pintu, menaiki tangga dewasa.
Dulu kamu menghiburku dengan raut murnimu, dan sekarang kamu akan memutuskan jalan mana yang akan kamu pilih untuk ditempuh.
Teruntuk adik putriku,
Yang sekarang sedang bersemi.
Belasan tahun kamu bertumbuh dan melihat dunia.
Lihatlah indahnya karya Allah yang tampak padamu, dengan lengkung senyummu, dan tutur mu yang baik itu, ataupun ketegasanmu, keteguhanmu, juga berbagai yang tersemat dalam dirimu.
Setiap apa yang kamu temui akan membentuk kamu.
Sayang, tumbuhlah dan mengakar kuat. Penuhi hatimu dengan ketegaran itu.
Dan jika ada seorang putra datang untuk mencoba menarik hatimu,
Ingatlah.. Hati kita semua ini hanya kita persembahkan untuk Allah.
Aku tahu kamu sepertinya terkagum dengan kebaikan-kebaikan dari dirinya.
Tapi sayangku, satu hal yang pasti .. Aku tahu bahwa kamu pastinya lebih bangga jika masa mudamu kamu habiskan untuk berkarya dan berbagi bersama umat. Ya kan ?
Kamu mencari ilmu dan mengajarkannya untuk generasi di bawahmu.
Berbunga, bercahaya .. Menjadi pelita di tengah kegelapan.
Sejatinya apa yang kita tuju itu satu, Allah.
Berkaryalah sayang.
Berkarya untuk nanti berjumpa denganNya.
Kita memang tak bisa hidup sendiri,
Karena Allah menciptakan dua insan berbeda dengan potensi yang berbeda pula.
Allah turunkan rasa tenteram di antara keduanya, untuk kemudian saling menyelamatkan di dunia dari kekufuran , agar nanti dapat kembali ke surga. Tempat yang sangat kita rindukan.
Tempuhlan jalan yang diridhoiNya.
Teruntuk adik putraku.
Nak, lihatlah wajahmu...
Dan kamu yang secepatnya tumbuh tinggi.
Lihatlah betapa aku juga ngeman-eman kamu.
Sangat eman jika aku membiarkanmu yang terbiasa dalam kebaikan itu,
Akan jadi luluh dan mulai mengambil jalan yang tidak Allah ridhoi.
Memang cinta itu akan menguatkanmu lebih, dan membuat kamu memiliki banyak inspirasi dalam berkarya.
Le, jiwamu itu, adalah jiwa yang bertanggung jawab.
Dan aku pun juga mengerti, ketertarikan kamu itu terletak pada mata.
Jadi Le, mbakmu ini ... Adalah orang yang jadi korban bully anak laki-laki semasa dulu karena wajah mbak yang hitam dan gigi tonggos. Bahkan , tidak ada yang berpikiran untuk sekedar berteman dengan mbakmu, ngomong aja enggak didengar.
Komentar
Posting Komentar