/ Untukmu Adikku 2 /

Taman Mawar




Kamu mungkin merasa sedikit berbeda,

Kali ini kamu melihat warna pelangi yang terlihat lebih indah dari biasanya.

Saat kamu mulai bertumbuh,

Dan mengenali berbagai macam rasa.

Tapi , kamu tahu...

Ada sesuatu yang lebih mulia.


Kamu melihatnya seperti bintang yang paling terang dari bintang-bintang yang lainnya.

Oleh karenanya, kamu mulai tersilaukan olehnya.


Ingatkah kamu ?

Apa yang sejatinya kita cita-citakan adalah surga.

Bukan wajah indah semu , wajah perhiasan dunia.

Maka darinya saat kamu mulai bepergian,

Kita safar untuk mencari arti kehidupan.

Ingatlah pesan guru kita nak,

Juga apa yang seringkali kita lantunkan,

Kita akan tidak apa-apa bila berada di sisiNya.


Aku tahu kamu melihatnya seperti berlian yang membuatmu membuncah cerah.

Membuat kamu semangat menjalani hari-harimu.

Matahari yang semula tertutupi awan kembali menampakkan wajahnya.

Tapi tidak, aku mempercayaimu sedari kamu terlahir di dunia, terus bersinar seperti matahari... Selalu.


Hatimu yang lembut karena keimanan.

Jati diri dari setiap orang yang berbeda, adalah karunia unik dari Allah..

Memolesmu menjadi istimewa dengan apa yang kamu punya, pun juga setiap orang yang lainnya.


Nak. 

Bila kamu seperti sedikit mulai mengenal rasa senang atau menyukai lawan jenismu,

Ia adalah kewajaran naluri yang dimiliki manusia.

Tentu saja aku tak bisa mengaturmu, kamu sendiri yang memiliki pilihan...

Kemana naluri itu akan kamu arahkan.

Ada rasa mencintai itu anugerah, menjadi sebab kokohnya ukhuwah islamiyah , 

Memiliki perasaan itu tanda hidupnya hati, pengantar ke gerbang surga.

Dengan syarat ia tumbuh sesuai dengan aturanNya, dan menjadikan Dia di atas segala yang lainnya.


Adikku yang sedang melalui taman mawar,

Hatimu terlalu mahal untuk kamu isi dengan sesuatu yang fana dan sekejap mata.

Isilah dengan yang kekal yang buatmu bahagia.


Wonoasri, 17/5/20

Komentar

Postingan populer dari blog ini

draft

/ MEMIMPIN HATI /

Sebuah Pesan Cinta