Dream
Alhamdulillah. Bisa melihat kabut yang naik setelah hujan adalah hal yang sangat menyenangkan. Aku membuka lagi tulisan-tulisan lama yang memberikan kesan bahwa aku sangat ceria sekali saat itu. Seperti menikmati perubahan warna langit di sore hari, atau memperhatikan kapal-kapal penangkap ikan, yang berlayar di atas kilauan laut bulan Juni hingga Agustus. Meskipun ada rasa trauma yang sangat mendalam untuk bercerita dengan orang-orang, atau bahkan berjumpa dengan mereka, namun selama aku masih hidup, tidak mungkin aku bisa menghindar dari perjumpaan dengan mereka. Karenanya, aku tetap menjalani hari-hariku seperti biasa, sembari memikirkan... Kapan aku akan mati? Tiap kali bangun dari tidur, aku sadar... Bahwa nyawa ini masih ada.
Mungkin inilah cara Allah agar aku tidak mengharapkan siapapun, melainkan Dia saja. Mungkin perlu ku taburkan pasir dan debu-debu itu, pujian hanya untuk Allah semata. Aku menyadari bahwa yang ingin ku lakukan sekarang adalah, menanti hari itu. Menanti kepastian itu. Aku, sudah tidak tertarik dengan apapun, inginku bertahan hidup hanyalah... Untuk saat ini inginku adalah ingin pergi ke surga yang ada di dunia. Pegi ke tanah suci dimana disana lah tempat berkumpul hamba-hambaNya. Mungkin itulah, sebab aku ingin tetap bertahan hidup sebelum yang ku nanti itu benar-benar tiba.

Komentar
Posting Komentar